gelas yang tadi ku isi itu pergi entah kemana. terkadang rasanya tak mungkin lagi untuk dapat bersebelahan dengan gelas yang indah itu. walau harapku tak pernah kandas.
kemudian, tampak satu hari aku merasa jenuh, ada gelas lain disekitar. ingin aku merasakan indahnya lagi, namun tak bisa. ingin aku memberinya beberapa tetes air saja, namun ku tak mampu. sekarang tak ada air lagi yang ku punya. yang ada hanya air mata.
0 comments: